Chat with us, powered by LiveChat

Senin, 12 Juni 2023

3 Makanan Khas Indonesia dengan Taburan Bubuk Koya, Mantul!

 


Setiap makanan di Indonesia memiliki keunikan yang tak cuma dari rasa, tapi juga pelengkap yang dijadikan sebagai topping. Bubur ayam ada taburan kacang kedelai, soto Betawi yang disajikan dengan emping, dan pempek yang belum sempurna tanpa kehadiran ebi sangrai.

Selain makanan-makanan yang telah disebutkan tadi. Ada juga makanan yang unik dengan taburan bubuk koya. Berikut tiga makanan khas Indonesia yang dilengkapi taburan bubuk koya!


1. Lontong cap gomeh

Lontong cap gomeh memiliki rasa yang terbilang istimewa. Sebab, kuliner satu ini disempurnakan dengan taburan bubuk koya sebelum disajikan untuk dimakan, lho. 

Kuliner hasil silang budaya Indonesia-Tionghoa ini ciri khasnya tak cuma terletak pada taburan bubuk koya saja, lho. Isian lontong cap gomeh paling ramai di antara kuliner lontong lainnya. 

Ada opor ayam, sambal goreng hati, pindang telur, sayur lodeh, abon sapi, sampai acar. Perpaduan rasanya bikin kamu bakal kalap, deh!


2. Soto ambengan




Karena tercipta di Jalan Ambengan, Surabaya, soto yang identik dengan taburan koya ini mendapatkan julukannya. Soto Ambengan sendiri mirip dengan soto Lamongan. 

Kemiripan tersebut terletak dari bumbu rempah yang digunakan seperti kunyit. Konon, soto Ambengan merupakan soto Lamongan. Hanya saja soto ini begitu populer di jalan tersebut, alhasil mendapatkan julukan baru. 

Bila soto Lamongan identik dengan menggunakan daging ayam sebagai isi. Soto Ambengan bisa dibuat dari ayam kampung atau daging sapi, lho.


3. Soto lamongan




Ngomongin soal bubuk koya, belum afdal jika tidak menyebut soto Lamongan. Keduanya ibarat sepasang kekasih yang melengkapi. Di mana ada soto Lamongan, di situ ada bubuk koya.

Bubuk koya sendiri jadi ciri khas yang membedakan soto Lamongan dengan soto lainnya. Soto Lamongan terbuat dari daging ayam yang dilengkapi soun, dan irisan kubis. 

Kehadiran koya pada soto Lamongan sedikit mengubah warnanya sedikit gelap. Namun, untuk rasa dan aroma, jadi mantul!



Itu tadi tiga makanan khas Indonesia yang dilengkapi bubuk koya. Tak banyak memang, tapi keberadaan bubuk koya bisa bikin kamu berkreasi menciptakan kuliner baru, lho. Yuk, coba!

Minggu, 11 Juni 2023

Asal-usul Dodol Betawi, Makanan Khas Simbol Gotong Royong hingga Cari Jodoh

 


Dodol Betawi merupakan makanan tradisional khas Jakarta yang sering dijumpai dalam perayaan HUT DKI Jakarta. Namun, apa ada yang tahu bagaimana asal-usul dodol Betawi?

Dodol Betawi adalah makanan tradisional yang punya tekstur kenyal dan rasanya manis, yang dimasak selama 8-12 jam. Makanan ini dibuat dari bahan dasar gula aren yang dimasak bersama kelapa, santan kelapa, tepung ketan, dan rempah-rempah.

Selama proses pembuatan, dodol harus terus diaduk guna mencegah gula tidak menggumpal. Dodol Betawi biasanya dituangkan ke dalam wadah atau loyang, kemudian didiamkan hingga mengeras sebelum dipotong-potong menjadi bentuk yang diinginkan.

Makanan ini tidak hanya populer di Jakarta, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Setiap daerah memiliki variasi dodolnya sendiri dengan bahan dan cita rasa yang berbeda, seperti dodol Garut atau dodol Kandangan dari Kalimantan Selatan. Makanan khas ini juga punya nama lain di beberapa daerah. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur misalnya, makanan yang kita kenal dengan nama dodol disebut jenang.



Asal-usul Dodol Betawi

Meski asal-usul dodol Betawi tidak terdokumentasikan secara konkret, tetapi diketahui kehadiran makanan tersebut tidak lepas dari pengaruh para pedagang yang datang ke Indonesia. Mereka membawa resep dan teknik pembuatan dodol dari negara asal mereka yang kemudian diadaptasi dengan bahan-bahan lokal yang tersedia.

Kala itu dodol Betawi dikaitkan dengan status sosial masyarakat Betawi. Itu karena dodol termasuk makanan mewah yang hanya disajikan di acara-acara besar, seperti pernikahan dan lebaran. Oleh sebab itu, ketika tidak menyajikan dodol Betawi di rumah pada saat hari raya atau acara besar maka dianggap bahwa kondisi ekonomi orang tersebut sedang tidak stabil lantaran makanan ini dianggap sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran seseorang.

Awalnya dodol Betawi hanya terbuat dari gula aren yang dimasak dalam panci besar dan dikemas dalam daun pisang. Namun, seiring berjalannya waktu, dodol Betawi mengalami perubahan dan variasi resep serta cara pembuatannya. Kini resep dodol Betawi juga ditambahkan beberapa bahan, seperti tepung ketan, santan kelapa, dan pandan. Selain itu, dodol Betawi juga memiliki paduan rasa modern, seperti rasa coklat, durian, kacang-kacangan, atau kopi.

Dodol Betawi saat ini masih mudah ditemukan di toko-toko makanan tradisional atau pasar-pasar di Jakarta, serta menjadi salah satu makanan yang dijajakan dalam berbagai acara budaya atau festival.





Simbol Gotong Royong

Makanan dapat menjadi simbol sesuatu hal. Begitu pula dengan dodol Betawi. Dodol Betawi merupakan makanan yang memiliki simbol gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan karena proses pembuatannya yang lama dan dilakukan bersama-sama. Pembuatan dodol Betawi awalnya dilakukan secara urunan menjelang hari raya.

Biasanya keluarga besar Betawi akan melakukan urunan untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan. Setelah terkumpul, para pria bertugas untuk mengaduk adonan, sementara para perempuan bertugas untuk menyiapkan bahan-bahan. Setelah dodol matang, makanan tersebut lalu dibagikan secara adil kepada keluarga yang sudah melakukan urunan diawal. Maka dari itu, masyarakat Betawi memaknai makanan ini sebagai ikatan persaudaraan dan gotong royong.

Selain menjadi simbol gotong royong, proses pembuatan dodol Betawi juga sering dimanfaatkan sebagai momen mencari pasangan atau jodoh oleh masyarakat Betawi karena proses pembuatannya yang lama dan harus dikerjakan bersama-sama. Di momen memasak dodol itulah mereka yang belum punya pasangan akan memanfaatkan momen tersebut untuk berkenalan dengan lawan jenis.



Demikian asal-usul dodol Betawi yang memiliki simbol gotong royong dan mencari jodoh.

Sabtu, 10 Juni 2023

5 Makanan Khas Kota Samarinda yang Patut Dicoba

 


Kota Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur, tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga kekayaan kuliner yang lezat dan unik. Makanan khas Samarinda merupakan perpaduan cita rasa Indonesia dan budaya lokal yang kaya.


Berikut beberapa makanan khas kawasan Kota Samarinda yang bisa dicoba saat berkunjung ke kota ini.


Keminting

Nama keminting berasal dari bahan yang digunakan untuk membuat makanan ini, yakni kemiri. Keminting dimasak dengan tambahan sagu, tepung, dan gula. Setelah melalui proses masak makanan ini akan berubah tekstur menjadi keras. Bentuknya seperti tempurung kerang. Namun aslinya keminting mudah lumer dan lembut di mulut.

Amplang menjadi olahan daging ikan tenggiri yang paling laris dijadikan produk oleh-oleh khas Samarinda. Amplang dicampur dengan tepung kanji dan rempah. Amplang khas Samarinda memiliki keunikan yakni memiliki tekstur seperti kerupuk. Tidak hanya memiliki rasa ikan tenggiri, ada juga amplang rasa ikan haruan atau biasa disebut ikan gabus serta ikan belida.


Roti Pisang Samarinda

Dikutip dari kulinerkota roti pisang samarinda menawarkan rasa yang memikat selera. Dengan roti yang lembut dan manis pisang yang matang, hidangan ini memberikan kombinasi sempurna antara kelembutan tekstur dan kelezatan rasa. Setelah dipanggang, pisang di dalam roti menjadi lembut dan karamelisasi, menambah cita rasa manis yang khas.

Roti Pisang dibuat dengan mencampur buah pisang talas atau juga pisang raja yang dipotong bulat serta berbentuk bulat pipih, tepung terigu, santan, telur serta ditambah sedikit gula dan garam.


Bobongko Samarinda

Bobongko Samarinda dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang mudah didapatkan. Dibuat dari tepung beras, santan dan aneka rempah memberikan rasa manis dan gurih yang lezat. Dalam beberapa varian bobongko, ada juga tambahan seperti biji wijen atau kacang tanah yang memberikan rasa dan tekstur yang beragam.


Ayam Cincane

Ayam Cincane kawasan Kota Samarinda menggunakan potongan ayam yang segar dan lezat. Ayam dipanggang dengan sempurna sehingga dagingnya tetap juicy dan lembut. Sebelum dipanggang ayam direbus dengan rempah-rempah sehingga memberikan aroma dan rasa yang khas pada daging ayam, menjadikannya hidangan yang menggugah selera.



Editor : hokijoin.today

Jumat, 09 Juni 2023

5 Makanan Khas Banyuwangi

 




Banyuwangi memiliki beberapa makanan yang khas dan menjadi favorit bagi warga asli Banyuwangi yakni suku Osing.

Tidak hanya khas, akan tetapi memang dari segi rasa terdapat perbedaan dengan masakan orang jawa dan hanya orang Osinglah yang mengerti bumbu khas tersebut.

Masakan khas Banyuwangi direkomendasikan untuk dinikmati bersama keluarga saat liburan.


Berikut 5 makanan khas Banyuwangi, cocok disantap saat liburan bersama keluarga:


1. Ayam pedas




Makan khas Banyuwangi ini terbuat dari ayam kampung yang diolah bersama kuah pedas campuran cabai rawit dan santan.

Ayam pedas seperti ayam opor tetapi dengan kuah lebih encer dan warnanya lebih pucat. 


2. Telur petis




Telur petis jadi menu pelengkap yang sangat enak. Ending cit itu nama lainya. Warnanya coklat kehitam-hitaman dan rasanya gurih khas bumbu petis beserta aroma wangi dari daun jeruk.


3. Sego tempong




Sego tempong atau nasi tempong ini bisa ditemukan dimana-mana sampai kepelosok desa.

Nasi tempong ini merupakan menu andalan bagi warga Banyuwangi

Sego tempong terdiri dari nasi putih, sayuran rebus, tahu, tempe, ikan asin, dan pastinya sambal mentah yang super pedas.





4. Ayam Kesrut




Banyuwangi terkenal dengan masakan pedasnya. 

Tak kalah dengan ayam pedas,  ayam kesrut ini menjadi menu yang sangat diminati oleh warga Banyuwangi. Ayam kesrut ini memiliki kuah bening dengan rasa pedas. 

Selain rasa pedas cabai, ayam kesrut juga biasa disebut uyah asem. Hal ini karena memiliki rasa yang segar karena campuran belimbing wuluh dan kecombrang di dalamnya. 


5. Rujak soto




Selain keempat makanan di atas, Banyuwangi juga memiliki makan khas yang enak yakni rujak soto.

Rujak soto ini identik dengan bumbu petis, ditambah soto yang terbuat dari kuah kaldu hasil rebusan daging sapi dan jeroan sapi dan tambahan ceker.



Semua itu makanan khas Banyuwangi yang wajib kita coba cocok untuk melengkapi liburan anda. Selamat mencoba.


Editor : qiuslot88.com

Rabu, 07 Juni 2023

4 Rekomendasi Kuliner Khas Ponorogo, dari Sate hingga Janggelan Cao

 


Kabupaten Ponorogo bukan hanya dikenal dengan seni tari Reognya, tetapi juga dengan beragam kuliner khas yang menggugah selera.

Berwisata ke Ponorogo dari luar daerah, tentu saja Anda harus mencoba beberapa hidangan khas yang dimiliki oleh Kabupaten ini.

Apa saja kuliner khas Ponorogo yang wajib Anda coba saat berkunjung dan berlibur di sana?

Berikut adalah empat hidangan khas Ponorogo yang tidak boleh Anda lewatkan, seperti dilansir oleh AyoIndonesia dari disbudparpora.ponorogo.go.id.


1. Sate Ayam Ponorogo

Anda tidak boleh melewatkan kesempatan untuk mencicipi sate ayam yang khas ketika mengunjungi Ponorogo.

Berbeda dengan sate ayam pada umumnya, sate ayam di Ponorogo disajikan dengan cara yang unik.

Daging ayam tidak dipotong dadu seperti biasanya, melainkan dipotong pipih dan lebar, sehingga menghasilkan daging sate yang lebih empuk dan bebas dari lemak.

Selain itu, bumbu sate ayam Ponorogo menggunakan saus atau sambal kacang yang kental dengan tambahan kecap yang sangat khas.

Jadi, jangan ragu untuk merasakan sensasi kenikmatan dari sate ayam Ponorogo yang satu ini.


2. Dawet Jabung

Dawet Jabung merupakan minuman khas yang berasal dari Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, dengan bahan-bahan alami yang digunakan.

Anda dapat menemukan banyak penjual dawet di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Jawa Timur, dan sekitarnya.

Dawet Jabung memiliki cendol yang terbuat dari tepung aren dan dilengkapi dengan tape ketan.

Proses pembuatannya melibatkan campuran santan, gula aren asli, dan dua sendok teh air garam.

Karena itu, Dawet Jabung memiliki rasa yang segar, manis, gurih, dan sangat nikmat.





3. Pecel Ponorogo

Selain sate ayam, nasi pecel Ponorogo juga merupakan hidangan khas yang harus Anda coba.

Nasi pecel Ponorogo terkenal karena sambalnya yang memiliki tingkat kepedasan yang sedang.

Tekstur sambal pecel Ponorogo lebih kental dibandingkan dengan sambal pecel di daerah lain.

Sambal pecel di Ponorogo menggunakan bahan utama seperti kacang tanah, garam, daun jeruk, dan sedikit gula merah.

Keistimewaan dari pecel Ponorogo adalah lauknya yang terdiri dari tempe berukuran besar dan tipis.


4. Janggelan Cao

Salah satu kuliner khas yang tidak boleh Anda lewatkan saat berkunjung ke Ponorogo adalah Janggelan Cao.

Minuman segar ini memiliki cita rasa yang khas dan menjadi favorit di Ponorogo.

Janggelan Cao sangat mudah ditemukan di berbagai tempat di Ponorogo. Minuman ini memiliki warna hitam dan disajikan dalam potongan dadu di dalam gelas.

Untuk menambah kenikmatannya, Janggelan Cao biasanya disajikan dengan gula merah dan kolang-kaling.

Minuman ini paling nikmat dinikmati saat cuaca sedang panas di siang hari.

Dalam hal minuman khas, selain Dawet Jabung, Es Janggelan Cao juga menjadi primadona di Ponorogo.

Salah satu tempat yang terkenal dengan Es Janggelan Cao adalah Ngrayun.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba Janggelan Cao saat Anda berkunjung ke Ponorogo. Anda akan merasakan kelezatan minuman yang satu ini.


Dengan menikmati kelezatan kuliner khas Ponorogo seperti Sate Ayam Ponorogo, Dawet Jabung, Pecel Ponorogo, dan Janggelan Cao, Anda akan merasakan pengalaman kuliner yang menggugah selera di Kabupaten Ponorogo. Jadi, pastikan Anda mencoba semua hidangan khas ini saat berkunjung ke Ponorogo. (*)

Sejarah Roti Buaya, Makanan Khas Betawi yang Jadi Lambang Kesetiaan

 


Roti buaya merupakan salah satu makanan khas Betawi yang sangat ikonik sebagai lambang kesetiaan. Berikut sejarah awal mula roti buaya.

Banyak orang yang mengaitkan istilah buaya darat dengan pria yang tidak cukup dengan satu wanita. Padahal kenyataannya buaya adalah hewan yang setia pada pasanganya. Itu karena buaya jantan hanya kawin satu kali dengan satu betina seumur hidupnya.

Itu sebabnya dalam budaya Betawi, roti buaya biasa dibawa saat seserahan karena dikaitkan sebagai simbol kesetiaan terhadap pasangan. Namun, apa ada yang tahu sejarah roti buaya?


Sejarah Roti Buaya

Sejarah roti buaya bermula ketika datangnya bangsa Eropa ke Batavia. Dahulu, orang Eropa mengungkapkan tanda cinta dengan memberikan bunga kepada lawan jenisnya. Melihat hal tersebut, masyarakat Betawi tidak mau kalah dan berpikir untuk memberikan sesuatu sebagai simbol ungkapan perasaan kepada pasangan.

Kala itu wilayah Jakarta memiliki 13 sungai yang menyebar luas, dan di masing-masing sungai terdapat buaya. Masyarakat Betawi juga mengetahui bagaimana pola hidup buaya yang hanya kawin sekali seumur hidupnya, dan tidak kawin dengan buaya lain meskipun pasangannya mati maupun menghilang.

Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk membuat roti buaya sebagai ungkapan perasaan kepada pasangan mereka. Sama seperti orang Eropa yang mengungkapkan perasaan dengan memberi bunga. Dar pola hidup buaya itulah yang menjadikan roti buaya menjadi simbol kesetiaan.

Dalam adat Betawi, roti buaya dibawa saat acara pernikahan oleh pengantin laki-laki untuk diberikan kepada pengantin wanita. Roti yang diberikan tersebut dibuat sepasang, dimana yang betina ditandai dengan roti buaya kecil yang diletakkan di atas punggungnya atau di samping. Hal itu dimaknai sebagai kesetiaan berumah tangga sampai beranak cucu.

Selain kesetiaan, roti buaya juga dilambangkan sebagai simbol kesabaran karena buaya selalu bergerak tenang ketika mencari mangsanya. Makanan ini juga dianggap melambangkan kejantanan. Hingga kini, roti buaya masih diyakini sebagai bentuk kesetiaan dan dijumpai dalam acara pernikahan masyarakat Betawi.





Fakta Unik Roti Buaya

Ada fakta unik seputar roti buaya. Banyak orang yang menyantap roti buaya ketika hadir di acara pernikahan orang Betawi atau di acara spesial lainnya. Namun, apa kalian tahu kalau dulu roti ini dalam adat pernikahan Betawi hanya dijadikan sebagai simbol saja dan bukan untuk dikonsumsi.

Awalnya roti buaya dibuat dengan tekstur yang keras dan sengaja dibiarkan hingga membusuk. Itu karena dahulu roti buaya yang panjangnya mencapai 50 cm itu hanya dijadikan sebatas simbol dan pajangan semata saja. Ketika acara pernikahan selesai, roti buaya tidak dimakan melainkan akan disimpan di atas lemari dan didiamkan hingga membusuk. Hal ini digambarkan sebagai pasangan suami istri yang tetap bersama meskipun waktu terus berjalan.

Namun kini roti buaya disajikan dengan adonan roti yang segar dan lembut sehingga dapat dikonsumsi. Bahkan roti buaya pun dibagikan kepada kerabat yang belum menikah dengan harapan dapat segera menyusul untuk menikah. Dulu juga roti buaya hanya terbuat dari adonan roti biasa tanpa isi apapun. Namun, saat ini roti buaya sudah memiliki berbagai varian isi, seperti coklat, vanila, maupun stroberi.



Editor : hokijoin.today

Senin, 05 Juni 2023

6 Oleh-oleh Khas Jawa Tengah Paling Enak

 





Oleh-Oleh Khas Jawa Tengah – Anda ingin berkunjung ke Provinsi Jawa Tengah, salah satunya Semarang? Semarang memang merupakan kota terbesar ke-5 di Indonesia dan menjadi kota yang paling berkembang pesat di Pulau Jawa ini. Salah satu wujud kebangaan pra sejarah di Jawa Tengah yakni Candi Borobudur yang merupakan monumen Budha paling terbesar di dunia. Satu lagi Candi Prambanan yang ada di daerah Klaten yang merupakan kompleks Hindhu paling terbesar di seluruh Indonesia. Nah, berbicara tentang wisata yang ada di Jawa Tengah pastinya tidak akan luput dengan diimbangi makanan khas Provinsi Jawa Tengah. Ada banyak kuliner yang bisa Anda cicipi di Jawa Tengah.

Bahkan untuk mendapatkan oleh oleh khas Jawa Tengah sangatlah mudah, karena banyak sekali toko oleh-oleh yang menjual makanan khas Jawa Tengah sesuai apa yang Anda inginkan. Nah, penasaran apa saja oleh oleh khas dari Provinsi Jawa Tengah? Yuk simak ulasannya dibawah ini:


Ini dia rekomendasi oleh-oleh Khas Jawa

1. Lumpia Semarang




Menikmati lezatnya lumpia asli dari kota asalnya tentu akan tercipta sensasi tersendiri. Rasanya yang gurih dan renyah dengan isian rebung ayam membuat Anda tidak merasa lelah untuk mengunyahnya. Lantas bagaimana nasip keluarga Anda dirumah? Nah, pulang dari Semarang dengan membawa oleh oleh khas Jawa Tengah ini akan menjadi salah satu cara Anda untuk menunjukkan diri Anda selalu mengingat keluarga meskipun sedang berlibur ke Jawa Tengah. Untuk mendapatkan lumpia ini tidaklah sulit, Anda bisa datang langsung ke Gang Lombok daerah Pecinan Semarang.


2. Intip Solo




Anda suka dengan camilan ini? Intip adalah semacam kerak nasi yang proses pembuatannya harus dilakukan penjemuran terlebih dahulu hingga kering. Baru kemudian dilakukan dengan penggorengan yang menggunakan minyak yang cukup panas. Setelah itu, intip tersebut dibungkus rapi dengan tambahan gula merah atau garam untuk menambah cita rasa dari intip Solo tersebut. Namun ternyata intip Solo juga mempunyai banyak sekali varian rasa, diantaranya seperti gurih, asin, gula jawa dan manis. Makanan ini terbilang dari bahan yang alami tanpa adanya MSG.



3. Roti Ganjel Rel




Dari namanya makanan ini sudah terdengar aneh, tetapi roti ini memang jajanan oleh-oleh khas Jawa Tengah yang paling terpopuler. Meskipun namanya terdengar aneh, tetapi roti ganjel rel ini mempunyai rasa yang begitu khas dan istimewa. Bahan dasar pembuatan roti ini asli terbuat dari campuran tepung tapioka dengan kayu manis dan santan. Untuk memperindah tampilan roti tersebut, diberikan tambahan taburan wijen secara rata di atas roti ini. Untuk tekstur roti ini memang dibuat agak keras dan berwarna coklat yang mirip dengan bantalan rel KA. Jadi, sekarang anda sudah tahu bukan asal usul dari nama roti tersebut?


4. Wingko Babat


hokijoin.today


Anda tahu wingko babat? Wingko babat adalah sejenis makanan tradisional asli Jawa Tengah yang terbuat dari kelapa dengan campuran bahan-bahan yang lainnya. Di daerah Jawa Tengah, wingko babat berbentuk bundar dan begitu lunak semacam jenang dodol tetapi ada campuran kelapanya. Pada umumnya wingko babat dijual dengan bentuk bundar yang dibungkus kertas. Untuk kombinasi rasa wingko babat Jawa Tengah ditambah gula pasir agar tercipta rasa yang lebih manis dan juga lezat.





5. Kue Mochi




Kue ini terkenal asalnya dari negeri seberang, tetapi ternyata kue mochi terkenal sebagai oleh oleh khas Jawa TengahKue mochi asli terbuat dari tepung ketan yang di dalamnya terdapat isian gula dan kacang cincang. Tampilannya bulat-bulat kecil dan tekturnya kenyal dengan ditambahi taburan wijen pastinya akan menggoda pecinta kuliner yang melihatnya. Kue Mochi ini dibuat tanpa adanya tambahan bahan pengawet dan bisa bertahan hingga tujuh hari. Sehingga makanan ini sangat aman untuk dikonsumsi.


6. Bandeng Juwana




Bagi anda penggemar olahan menu ikan maka jika datang ke Semarang, Jawa Tengah wajib untuk datang ke Toko Bandeng Juwana yang beralamatkan di Jl. Pandanaran No.57, Semarang. Di toko tersebut anda seperti masuk dalam surganya olahan Bandeng yang super lezat. Olahan bandeng bisa anda jadikan oleh oleh khasJawa Tengah diantara seperti otak-otak bandeng, bandeng asap dan bandeng lunak. Selain anda bisa membawa pulang olahan bandeng tersebut, anda ternyata juga dapat menikmati sajian menu Bandeng Juwana di lantai ke-2 dan juga dapat mencicipi olahan sate bandeng, gudeg bandeng dan bandeng tauco. Menarik bukan?



Editor : hokijoin.today

4 Rekomendasi Kuliner Khas Ponorogo

   Kabupaten Ponorogo  bukan hanya dikenal dengan seni tari Reognya, tetapi juga dengan beragam kuliner khas yang menggugah selera. Berwisat...